Blogs

Practitioner Gathering dengan Stewart Desson

Written by Lumina Learning Indonesia | 1 Okt 2026 08.32.04

Practitioner Gathering dengan Stewart Desson @Indonesia

 

 

Sebagai wadah penguatan komunitas praktisi, Lumina Learning Indonesia kembali mengadakan Practitioner Gathering pada tanggal 06 September 2025 yang lalu. Pada kesempatan kali ini, CEO dan Creator dari Lumina Learning, Dr. Stewart Desson hadir untuk memberikan wawasan strategis mengenai arah pengembangan organisasi dan praktik psikometri secara langsung kepada praktisi Lumina Learning Indonesia.

Pertemuan ini dirancang sebagai ruang kolaborasi dan penguatan kapasitas praktisi, dengan rangkaian sesi yang menyoroti inovasi terbaru Lumina Learning serta penerapannya dalam konteks organisasi, tim, dan individu. Selain itu, adapun sesi presentasi dan sharing dari para praktisi Lumina Learning Indonesia dalam pengalamannya menggunakan Lumina. Sesi Practitioner Gathering kali ini menjadi sebuah perjalanan untuk berbagi ilmu, inspirasi, dan koneksi yang bermakna bersama dengan para praktisi Lumina Learning Indonesia serta CEO dan Creator dari Lumina Learning.

Membangun Koneksi yang Bermakna

Membangun koneksi dengan orang lain merupakan proses yang selalu berkelanjutan dan tidak ada habisnya. Para praktisi yang berkumpul dalam acara Practitioner Gathering diajak untuk saling terkoneksi dengan praktisi lainnya melalui metode Lumina, yaitu model GROWS framework.

Model GROWS framework adalah sebuah konsep dari Lumina Learning, yang terdiri dari Goal, Reality, Options, Will, dan Support guna merancang tujuan agar lebih terstruktur dengan cara mengkombinasikannya dengan energi warna-warna Lumina. Langkah pertama dari proses penulisan GROWS adalah dengan menulis goal atau tujuan yang ingin dicapai. Kemudian, menggunakan energi Biru yang objektif untuk mendata hal-hal apa saja yang nyata dan sedang terjadi yang berkaitan dengan tujuan tersebut. Langkah ketiga yakni dengan menggunakan energi Kuning yang imajinatif untuk bebas mengeksplorasi ide-ide demi mencapai tujuan tersebut tanpa ada batasan apapun. Langkah keempat adalah mulai memikirkan tindakan yang bisa diambil dengan menggunakan energi Merah. Terakhir, menggunakan energi Hijau untuk menuliskan siapa dan apa saja yang dapat membantu agar tujuan tersebut bisa tercapai.

Praktisi yang hadir turut serta menggunakan model GROWS untuk membantu menentukan apa yang akan menjadi goal mereka dengan mengikuti Practitioner Gathering pada hari itu. Setelahnya, para praktisi diminta untuk saling berpasangan untuk berkenalan satu sama lain dengan menceritakan goal yang mereka sudah tulis, dan dari sanalah, koneksi yang bermakna mulai muncul.

 

Perjalanan untuk Berbagi Ilmu dan Inspirasi

Perjalanan untuk saling berbagi ilmu dan inspirasi dimulai dengan sesi sharing dari salah satu Praktisi Lumina Learning Indonesia, Bapak Pri Notowidigdo melalui pemaparannya tentang studi kasus dalam mengaplikasikan asesmen psikometri Lumina untuk leadership atau kepemimpinan. Pak Pri menyampaikan sebuah studi kasus untuk perusahaan swasta yang bergerak dalam bidang ekuitas dan investasi.

Dalam studi kasusnya, Pak Pri menjelaskan tentang bagaimana alat psikometri berbasis kepribadian dari Lumina, terlebih Lumina Spark dan Leader, membantunya untuk melakukan asesmen terhadap 17 orang yang merupakan bagian dari Board of Directors (BOD) dari perusahaan tersebut. Adapun 6 kompetensi Lumina Leader yang sejalan dengan model kepemimpinan yang perusahaan tersebut miliki, yakni Strategic Thinking, Data Gathering & Analysis, Hold Self and Others Accountable, Integrity & Trust, dan Interpersonally Astute. Sebagai hasil dari asesmen yang dilakukan dengan Lumina Spark dan Leader, terdapat beberapa poin area pengembangan yang bisa menjadi pertimbangan untuk perusahaan tersebut lakukan ke depannya, antara lain (1) melakukan komunikasi lebih luas dengan mengadakan forum pertemuan terbuka di antara para BOD dengan karyawannya; (2) menjalankan sesi feedback dan mentoring secara individual untuk meningkatkan kemampuan leadership; (3) melakukan pembelajaran terkait diri sendiri dan perusahaan demi meningkatkan kemampuan yang dimiliki; dan lainnya.

 

Ibu Puri Lestari, seorang Praktisi Lumina Learning Indonesia juga ikut membagikan pengalamannya dalam memfasilitasi dengan Lumina. Ibu Puri menjelaskan tentang bagaimana Lumina dapat membantunya dalam fasilitasi dengan bermula dari wawasan kepribadian menuju transformasi. Sejatinya, dalam dunia ini kita menghadapi lapisan-lapisan yang membentuk sebuah sistem, seperti emosi dari seseorang, dinamika kekuasaan yang terlihat/tidak, dan bahkan kompleksitas dari sistem itu sendiri. Namun, bagian yang rumpang adalah bahasa umum untuk menjelaskan dan/atau menggambarkan ketiga hal tersebut.

Beberapa hal yang pernah menjadi metode dalam Ibu Puri melakukan fasilitasi adalah seperti Systems Thinking, yakni membantu menjelaskan keterkaitan sistem untuk mengungkapkan titik-titik perubahan yang paling menjanjikan; Theory U, yakni menciptakan ruang untuk pengamatan yang mendalam dan refleksi bersama agar wawasan baru dan terobosan dapat muncul secara alami; serta Design Thinking, yaitu membantu dalam pembuatan prototipe secara cepat dan berulang sehingga ide-ide dapat dengan cepat diubah dari wawasan menjadi tindakan nyata. Ibu Puri juga menyampaikan tentang kegiatan-kegiatan fasilitasi yang dilakukannya, seperti dalam hal mendefinisikan ulang tim yang tangguh, memberikan catatan-catatan strategis untuk ko-kreasi, hingga proyek pembentukkan tim.

 

Salah seorang Praktisi Lumina Learning Indonesia lainnya, yaitu Uganyvia Nasution juga memberikan presentasinya yang berjudul “Rapport that Retains.” Dalam pemaparannya, Uganyvia menjelaskan tentang engagement atau keterlibatan adalah kunci dari retensi dan bukan hanya sesuatu yang dianggap ringan. Retensi dalam hal ini berhubungan dengan kemampuan sebuah perusahaan untuk mempertahankan karyawannya dalam jangka waktu tertentu dan seringkali diukur sebagai persentase karyawan yang tetap bertahan di perusahaan.

Uganyvia juga memaparkan sebuah pitch deck yang dapat dimodifikasi oleh para Praktisi Lumina Learning Indonesia tergantung dengan kebutuhan dan keperluan client mereka. Namun, dalam lingkup retensi, Uganyvia menjelaskan bahwa Lumina Learning memahami retensi bukan hanya sekadar angka, melainkan hasil dari keterlibatan yang bermakna. Untuk benar-benar menjaga talenta terbaik dari tiap perusahaan yang menjadi client dari para Praktisi, memahami apa yang mendorong mereka adalah hal yang perlu diperhatikan untuk kemudian Lumina hadir dan membantu. Seterusnya, Uganyvia dalam pitch deck-nya juga memaparkan tentang keunggulan produk Lumina Spark secara singkat, hingga proses penggunaan Lumina Spark secara menyeluruh untuk kegiatan workshop selama 4 bulan.

 

Pemaparan-pemaparan dari beberapa Praktisi Lumina Learning Indonesia tersebut membuka wawasan baru dan memberikan inspirasi tentang bagaimana Lumina membantu di setiap proses fasilitasi yang mereka lalui dalam perjalanan mereka. Hadirnya Dr. Stewart Desson untuk membagikan wawasan strategis mengenai arah pengembangan organisasi dan presentasi dari para Praktisi Lumina Learning Indonesia menjadikan suatu acara Practitioner Gathering yang utuh dan bermanfaat bagi Praktisi lainnya.

 

Wajah Baru Lumina Splash App

 

Dr. Stewart Desson juga hadir untuk memperkenalkan inovasi-inovasi baru yang sedang dikembangkan oleh tim Lumina Learning. Salah satunya adalah Lumina Splash App.

 

Lumina Splash App, aplikasi dari Lumina Learning hadir dengan wajah baru mulai tanggal 10 November 2025. Lumina Splash App hadir dengan tampilan yang lebih segar, lebih cerah, lebih mudah digunakan, dan lebih nyaman diakses untuk para pengguna yang sedang berproses dalam mengenal diri dan orang lain. Perbaruan ini diciptakan berdasarkan masukkan dari para pengguna agar mereka dapat membuka perspektif baru, membangun percakapan yang lebih jujur, dan mempererat hubungan antar individu.


Inovasi-inovasi baru dari Lumina Splash App adalah visualisasi Splash yang baru dengan warna yang lebih cerah. Splash kita juga dapat dibandingkan dengan milik orang lain untuk menemukan kesamaan, perbedaan, dan peluang bekerja yang lebih harmonis, serta dapat ditelusuri lebih dalam dengan melihat Tiga Persona kita (Underlying Persona, Everyday Persona, dan Overextended Persona).



Sebagai Praktisi Lumina, perbaruan yang dapat dilihat nantinya berupa membuat Taster Splash untuk siapapun agar mereka dapat mencoba kuesioner Lumina Spark sepanjang dua menit untuk mendapatkan gambaran kepribadian mereka. Selain itu, ada inovasi baru yang dapat dicoba, yaitu Draw a Custom Splash dengan meletakkan skor untuk tiap-tiap Aspek Lumina yang kemudian akan menghasilkan gambaran Splash singkat berdasarkan skor tersebut. Gambaran Splash singkat tersebut akan berguna untuk mendapatkan pengalaman awal mengenal diri sebelum mendalaminya melalui Spark Portrait dari Lumina Spark.

 

Inovasi baru dari Lumina Splash App ini dibuat agar kita bisa lebih fokus pada percakapan yang bermakna tentang pertumbuhan diri dengan menghadirkan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan, interaktif, dan mudah.



Practitioner Gathering kali ini menjadi momen yang sangat spesial. Kedatangan Dr. Stewart Desson ke Indonesia memberikan pengalaman yang menarik, pembelajaran yang mendalam, dan kesempatan untuk berkumpul yang lebih bermakna bersama Praktisi Lumina Learning Indonesia. Yuk, lihat keseruan sesi Practitioners Gathering Lumina Learning Indonesia bersama Dr. Stewart Desson lewat Instagram dan LinkedIn Lumina Learning Indonesia.

 

 

Ditulis oleh:

Amelia Prasanti Cahyadi
Intern Lumina Learning Indonesia