Menghadapi Perubahan dengan Tetap Menjadi Diri Sendiri - Mini Workshop Lumina “Ketika Lingkungan Berubah, Kamu Tetap Kamu: Beradaptasi di Tim & Peran Baru Tanpa Kehilangan Diri”
Perubahan adalah bagian yang tak terpisahkan dari dinamika kehidupan kita. Perubahan bisa terjadi di setiap aspek kehidupan kita dalam bentuk yang besar dan terlihat jelas atau dalam bentuk yang lebih halus, seperti perubahan cara komunikasi, target kerja, maupun ekspektasi terhadap peran kita. Meski sering dikaitkan dengan kemajuan dan pertumbuhan, perubahan pada dasarnya adalah proses transisi yang menuntut penyesuaian, baik secara praktis maupun emosional.
Dalam konteks profesional, perubahan tidak hanya menyentuh sistem dan strategi, tetapi juga identitas dan rasa aman individu di dalamnya. Ketika struktur bergeser, ritme kerja berubah, atau dinamika tim tidak lagi sama, yang terdampak bukan hanya alur pekerjaan, melainkan juga cara kita memaknai peran, kontribusi, dan posisi diri. Terkadang perubahan seringkali memunculkan kebingungan, kelelahan emosional, bahkan resistensi. Respons tersebut bukan tanda kelemahan, melainkan reaksi manusiawi terhadap ketidakpastian.
Melalui Mini Workshop “Ketika Lingkungan Berubah, Kamu Tetap Kamu: Beradaptasi di Tim & Peran Baru Tanpa Kehilangan Diri” yang diadakan Lumina Learning Indonesia pada bulan Februari 2026, Lumina ingin mengajak peserta untuk melihat perubahan bukan sekadar sebagai tantangan eksternal yang harus “ditaklukkan,” tetapi sebagai proses yang bisa dipahami dengan lebih sadar. Dengan pendekatan yang reflektif dan dialogis, sesi ini membuka ruang untuk mengeksplorasi bagaimana kita dapat tetap selaras dengan diri sendiri, sekaligus tetap adaptif di tengah lingkungan kerja yang terus bergerak.
Gambar 1. Mini Workshop Lumina Februari 2026
Mini Workshop Lumina merupakan mini workshop yang diadakan secara interaktif, di mana para peserta diajak untuk saling berdiskusi, bercerita, menanggapi, dan berbagi untuk menciptakan ruang diskusi yang bermakna. Seperti pada Mini Workshop kali ini, para peserta diajak untuk saling berkenalan satu sama lain dengan dibagi ke beberapa Breakout Room. Di sana para peserta berkenalan, berbagi cerita tentang kesibukan mereka, hingga membagikan hobi mereka kepada peserta yang lainnya. Mulai dari saling mengenal, akan muncul titik-titik yang mudah untuk dihubungkan dan dicari kesamaan dari setiap peserta yang ada.
Kesamaan dan perbedaan tentu akan selalu ada ketika kita berhadapan dengan orang lain. Mungkin kita memiliki makanan kesukaan yang sama, hobi yang sama, atau bahkan mungkin tidak ada kesamaan sama sekali. Begitupun juga saat kita menghadapi perubahan. Cara kita dalam menghadapi perubahan tentu berbeda-beda, seperti di saat para peserta diajak untuk membagikan 1 kata yang menggambarkan perasaan mereka ketika dihadapi sebuah perubahan yang tidak terduga. Ada peserta yang mengatakan kaget, takut, speechless, panik. Namun juga ada peserta yang mengatakan penasaran ataupun senang.
Menggambarkan perasaan mereka ketika dihadapi sebuah perubahan yang tidak terduga menunjukkan adanya proses pengenalan diri yang lebih dalam. Hal ini selaras dengan bagaimana peserta Mini Workshop Lumina diajak untuk untuk mengenal diri mereka lebih dalam dengan memilih perilaku yang mereka nyaman untuk lakukan atau gunakan dalam keseharian mereka. Lumina mengenal ada 24 perilaku yang mungkin muncul dalam kehidupan kita, yang mana Lumina menyebutnya sebagai 24 Kualitas Efektif.
Selain mengenal Lumina melalui 24 perilaku efektif, Lumina juga menyadari bahwa memungkinan untuk ada perilaku-perilaku tidak efektif yang muncul ketika seorang individu dihadapkan dengan perubahan yang mungkin saja tidak sesuai ekspektasi mereka. Ini selaras dengan tahapan respons emosional seseorang ketika menghadapi perubahan besar dalam konteks organisasi, yang dinamakan “The Change Curve” (Lihat Gambar 2.)
Gambar 2. The Change Curve
Model ini menunjukkan bahwa setiap individu memiliki tahapan respons emosional ketika dihadapkan oleh perubahan. Model ini berasal dari teori Five Stages of Grief yang dikembangkan oleh Elisabeth Kübler-Ross dan kemudian banyak digunakan dalam konteks organisasi dan manajemen perubahan (Holdsworth & Bridgman, 2025).
Namun, hal yang perlu diketahui adalah seseorang tidak selalu mengalami tahap satu, tahap dua, tahap tiga secara berurutan dan lurus. Kita bisa saja masuk ke tahap dua lalu terjebak di sana untuk sementara waktu atau bisa saja berada di tahap dua kemudian kembali lagi ke tahap satu. Bahkan, ada kemungkinan kita bisa melewati suatu tahap dengan sangat cepat hingga tidak menyadari bahwa kita pernah berada di tahap tersebut. Dengan kata lain, proses ini bersifat sangat personal dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah tingkat resiliensi (ketahanan diri) (Luminarymindset, 2022).
Model Change Curve ini menjadi acuan untuk para peserta Mini Workshop Lumina memikirkan kembali fase-fase mereka ketika mereka sedang dihadapi dengan perubahan. Para peserta kembali dibagi menjadi beberapa Breakout Room untuk saling berdiskusi tahapan-tahapan yang biasanya muncul di dalam diri mereka dengan menggunakan model Change Curve saat dihadapkan dengan perubahan dalam kehidupan mereka.
Setelah berdiskusi mengenai model Change Curve, para peserta diajak untuk memilih perilaku tidak efektif yang mungkin saja muncul ketika mereka berada pada tahapan-tahapan pada model tersebut. Terdapat 24 perilaku yang muncul ketika individu sedang berada di bawah tekanan. Perilaku-perilaku tersebut Lumina kenal sebagai Kualitas Tidak Efektif.
Dengan menyadari adanya perilaku Efektif dan Tidak Efektif dalam diri kita saat menghadapi perubahan, kita akan merasa lebih siap. Kita akan tetap menjadi diri kita sendiri yang seutuhnya saat menghadapi tantangan.
Gambar 3. Dokumentasi Sesi Mini Workshop
Melalui Mini Workshop Lumina kali ini, para peserta belajar untuk menghadapi perubahan dengan lebih siap. Ini kesan mereka setelah mengikuti sesi acara “Ketika Lingkungan Berubah, Kamu Tetap Kamu: Beradaptasi di Tim & Peran Baru Tanpa Kehilangan Diri”, dan ini kata mereka:
“Ketika dalam situasi perubahan penting menyadari kita ada dalam fase mana? Apa yang dirasakan dan apa yang harus dilakukan. Penting mengenal karakter diri dalam berbagai situasi”
“Ngabuburit kali ini diisi dengan aktivitas yang bermakna.”
Terima kasih untuk semua peserta yang sudah ikut menyadari pentingnya mengenal diri sendiri jika dihadapkan perubahan bersama dengan Lumina Learning Indonesia. Penasaran dan ingin mengikuti Mini Workshop Lumina yang lainnya? Nantikan informasi tentang Mini Workshop Lumina lainnya di media sosial kami di Instagram dan di LinkedIn. Jangan sampai ketinggalan, ya!
Referensi:
Holdsworth, L., & Bridgman, T. (2025). From coping with dying to coping with organizational change: the bricolage of the change curve’s evolution. Journal of Organizational Change Management, 38(8), 254–269. https://doi.org/10.1108/jocm-05-2025-0479
The Change Curve: a tool for understanding your teams through organisation transformation. (2022, December 29). https://luminarymindset.com/resource/post/the-change-curve-a-tool-for-understanding-your-teams-through-organisation-transformation
Ditulis oleh:
Amelia Prasanti Cahyadi
Intern Lumina Learning Indonesia