Blogs

Mengenal Diri Melalui Sosok R. A. Kartini

Written by Lumina Learning Indonesia | 20 Okt 2026 10.09.58

Mengenal Diri Melalui Sosok R. A. Kartini - Mini Workshop Lumina “Mengeksplor Kualitas Lumina dari R. A. Kartini: Tentang Perempuan, Keberanian, dan Perjalanan Mengenal Diri”

 

Nama Raden Ajeng Kartini atau R. A. Kartini telah lama dikenal sebagai simbol perjuangan perempuan Indonesia. Pemikirannya tentang pendidikan, kesetaraan, dan kebebasan berpikir terhadap kaum perempuan masih terus relevan hingga hari ini. Di balik perjuangannya, ada keberanian, ketangguhan, dan kepedulian yang tercermin melalui ciri perilaku yang Kartini tunjukkan. Ciri perilakunya ditunjukkan mulai dari keberanian Kartini dalam menyampaikan pikiran, rasa ingin tahu yang tinggi terhadap banyak hal, kepedulian terhadap orang lain, hingga keinginannya untuk terus berkembang dan belajar.

 

Memahami ciri perilaku dari R. A. Kartini dapat menjadi langkah baru untuk mengenal diri lebih dalam. Dari sosok Kartini, kita dapat menggali kualitas diri dengan memahami perjalanan beliau dan relevansi beliau hingga saat ini. Hal ini didapatkan oleh para peserta Mini Workshop “Mengeksplor Kualitas Lumina dari R. A. Kartini: Tentang Perempuan, Keberanian, dan Perjalanan Mengenal Diri” yang Lumina Learning Indonesia adakan pada bulan April 2026, sebagai bentuk memperingati Hari Kartini.

 

Gambar 1. Mini Workshop Lumina April 2026

 

Dalam Mini Workshop ini, para peserta diajak untuk mengeksplor bagaimana kualitas diri yang ada dalam R. A. Kartini dan diri mereka masing-masing dalam lensa Lumina.

 

Melalui lensa Lumina, terdapat 24 ciri perilaku yang biasanya muncul dalam diri individu yang biasa Lumina kenal sebagai Kualitas (Lihat 24 Kualitas Lumina di Highlights Instagram). Ciri perilaku tersebut diperkenalkan melalui pendekatan yang interaktif dalam Mini Workshop kali ini. Para peserta diajak untuk memilih dari ke-24 Kualitas Lumina, ciri perilaku mana yang paling menggambarkan diri mereka. Lumina menggambarkan ke-24 perilaku tersebut menjadi sebuah lingkaran yang disebut dengan Mandala (Lihat Gambar 2).

Pendekatan yang interaktif ini membuat para peserta tidak hanya mengenal konsep Kualitas Lumina secara teori, tetapi juga merefleksikannya langsung melalui pengalaman pribadi dan interaksi dengan peserta lainnya.

“90 menit sesi interaktif untuk mengenali diri sendiri. Kita diberikan karakteristik kepribadian Lumina dan diminta memilih yang sesuai menurut pengalaman pribadi.” - Peserta Mini Workshop

Gambar 2. 24 Kualitas Lumina



Dengan mengenal 24 Kualitas menurut Lumina, para peserta kembali diajak untuk mengeksplor dan membaca Kualitas apa saja yang tercermin dalam sosok R. A. Kartini. Ada peserta yang membaca bahwa Kartini menunjukkan ciri perilaku yang mengakomodasi orang lain, bersedia untuk menantang tradisi, disiplin, objektif, perhatian dan masih banyak lagi.

 

Banyak dari ciri perilaku Lumina yang tercermin melalui sosok Kartini. Ada pun peserta yang membaca ciri perilaku Kartini sebagai seseorang yang berpikir secara abstrak dan nyaman dengan hal-hal kompleks (Conceptual), sekaligus dapat menggunakan pendekatan realistis dan masuk akal (Practical).

 

Kedua ciri perilaku tersebut merupakan dua Kualitas Lumina yang berseberangan. Meskipun berseberangan, Lumina dapat melihat dua perilaku tersebut muncul dalam seorang individu. Hal ini Lumina kenal sebagai Paradox. Seseorang mungkin saja memiliki dua kualitas atau lebih yang berseberangan atau bahkan bertolak belakang, dan mereka nyaman untuk melakukan keduanya.

 

Dengan lebih mengenal konsep Paradox yang ada pada sosok R. A. Kartini, para peserta kembali diajak untuk melihat apa saja kualitas berseberangan yang mungkin muncul dalam diri mereka. Hal ini akan menjadi bekal dalam upaya kita untuk mengenal diri lebih jauh lagi dan membangun self-awareness.

 

Ditambah kesadaran bahwa tidak ada ciri perilaku yang lebih baik ataupun lebih buruk, Lumina mengajak para peserta untuk belajar memahami diri mereka sendiri dan menyadari perilaku-perilaku apa saja yang seringkali muncul dalam diri mereka. Dalam Breakout Room, peserta diminta untuk melakukan refleksi dengan memilih kembali Kualitas Lumina dengan menyertakan alasan mereka memilih kualitas tersebut.


Melalui sesi refleksi dan diskusi bersama, Mini Workshop ini juga menjadi ruang bagi peserta untuk membangun koneksi dengan orang-orang baru yang memiliki pengalaman dan perjalanan diri yang berbeda-beda.

“Saya harap banyak orang yang bertemu langsung dengan saya di urusan sehari-hari dapat hadir di acara ini. Mengenal diri ternyata seseru itu! Ketemu orang baru juga.” - Peserta Mini Workshop

 


Gambar 3. Dokumentasi Sesi Mini Workshop



Melalui Mini Workshop “Mengeksplor Kualitas Lumina dari R. A. Kartini: Tentang Perempuan, Keberanian, dan Perjalanan Mengenal Diri”, para peserta diajak untuk melihat sosok Kartini bukan hanya sebagai tokoh sejarah, tetapi juga sebagai individu dengan berbagai kualitas diri yang masih relevan hingga saat ini.

Dari proses mengenal kualitas dalam diri Kartini, peserta juga diajak untuk lebih memahami diri mereka sendiri, menyadari bahwa setiap individu memiliki kombinasi perilaku yang unik, bahkan terkadang saling berseberangan. Kesadaran inilah yang menjadi langkah awal untuk membangun self-awareness dan memahami diri secara lebih utuh.

Terima kasih untuk seluruh peserta yang telah mengikuti Mini Workshop Lumina kali ini. Nantikan Mini Workshop Lumina lainnya dan terus ikuti perjalanan eksplorasi diri bersama Lumina Learning Indonesia melalui Instagram dan di LinkedIn kami!

.

 

 

Ditulis oleh:

Amelia Prasanti Cahyadi
Intern Lumina Learning Indonesia