“Mengenali Diri Untuk Memahami Respons Dalam Diri - Apa yang Kamu Maksud & Apa yang Mereka Rasakan: Mengenali Batas antara Kontribusi dan Tekanan di Tempat Kerja”
Perbedaan antara apa yang kita maksud dengan apa yang dirasakan oleh orang lain merupakan hal yang cukup umum terjadi dalam lingkungan kerja. Sebuah tindakan yang dimaksudkan sebagai bentuk kontribusi bisa saja diterima secara berbeda oleh orang lain, terutama ketika mereka berada dalam situasi yang penuh tuntutan atau tekanan. Kadang kala hal ini bisa berlalu begitu saja, namun bisa juga menimbulkan isu-isu lainnya apabila tidak diperhatikan dengan seksama.
Berangkat dari hal tersebut, Lumina Learning Indonesia kembali menghadirkan ruang diskusi melalui sesi Mini Workshop dengan judul “Apa yang Kamu Maksud & Apa yang Kamu Rasakan: Mengenali Batas antara Kontribusi dan Tekanan di Tempat Kerja”, yang berlangsung pada bulan Juli 2026 serta berkolaborasi dengan Reykha Mega Pratiwi, seorang Praktisi Lumina Spark. Sesi ini mengajak peserta untuk mengenali pola perilaku diri, memahami respons yang muncul dalam situasi berbeda, serta melihat bagaimana pemahaman tersebut dapat membantu seseorang memberikan kontribusi secara lebih efektif di lingkungan kerja.
Gambar 1. Mini Workshop Lumina Juli 2026
Sesi Mini Workshop diawali dengan pengenalan proses Lumina Learning sebagai salah satu langkah untuk memahami diri. Sebelum menentukan bagaimana kita perlu merespons suatu situasi, penting untuk mengetahui preferensi diri dan kecenderungan perilaku kita sendiri. Dalam konteks pekerjaan, pemahaman tersebut dapat membantu seseorang memberikan respons berdasarkan pertimbangan yang lebih matang, tetap sesuai dengan preferensi diri, dan mendukung kontribusi kepada tim.
Dalam prosesnya, peserta diperkenalkan kembali pada 4 Prinsip Lumina (Lihat Gambar 2.) yang penjelasannya dapat dilihat melalui artikel kami (“Kopi pukul 6 pagi: Sebuah renungan tentang gaya komunikasi”)

Gambar 2. 4 Prinsip Lumina
Keempat prinsip tersebut menjadi fondasi dalam memahami bagaimana pengenalan diri dapat berkembang menjadi kemampuan untuk menghargai perbedaan, membangun hubungan, hingga menciptakan hasil bersama. Pada sesi kali ini, pembahasan lebih difokuskan pada Self Knowledge dan Valuing Different Ways of Being. Kedua prinsip tersebut menjadi dasar untuk memahami diri sekaligus melihat dan menghargai bahwa setiap individu dapat memiliki preferensi dan cara merespons situasi yang berbeda.
Pemahaman mengenai diri kemudian dilanjutkan melalui pengenalan terhadap tiga situasi di mana setiap orang dapat memposisikan dirinya dalam Lumina, yang lebih dikenal dengan sebutan Tiga Persona yaitu Underlying, Everyday, dan Overextended.
Ketiga persona tersebut menggambarkan perilaku seseorang dalam situasi yang berbeda. Persona Underlying menunjukkan perilaku ketika seseorang berada dalam kondisi yang lebih santai, sedangkan Persona Everyday menggambarkan perilaku ketika menjalankan tanggung jawab profesional atau berada dalam situasi yang lebih formal. Sementara itu, Persona Overextended menggambarkan respons perilaku yang dapat muncul ketika seseorang berada dalam situasi yang di bawah tekanan di mana suatu kekuatan digunakan secara berlebihan hingga menjadi kurang efektif.
Pada bagian ini, peserta diajak untuk mengenali berbagai bentuk perilaku Overextended dan memahami bahwa setiap perilaku tersebut memiliki karakteristik yang berbeda. Peserta dibagi ke dalam beberapa Breakout Room untuk bersama-sama merefleksikan situasi ketika perilaku tertentu muncul dan faktor yang mungkin menjadi pemicunya (Lihat Gambar 3.).

Gambar 3. Latihan Refleksi Perilaku Overextended
“Padahal lagi bicara tentang situasi yang kurang menyenangkan tapi tetap santai dan nyaman.” - Peserta Mini Workshop
Latihan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memahami respon-respon perilaku yang kita berikan, serta menyadari situasi seperti apa yang dapat memicunya. Perilaku Overextended sendiri merupakan perilaku yang tadinya efektif, namun digunakan secara berlebihan sehingga muncul tidak sesuai dengan maksud baik yang kita punya sejak awal.
Dari sesi pembelajaran ini, Lumina berharap pengetahuan tentang diri dapat menjadi dasar untuk lebih jauh memahami bagaimana orang lain juga memiliki respon-respon perilaku berbeda di setiap persona-nya masing-masing. Melalui sesi Mini Workshop juga, Lumina percaya bahwa selalu ada alasan untuk terbuka, mendengarkan, mengerti, dan merayakan setiap individu yang hadir di dalamnya.

Gambar 4. Dokumentasi Sesi Mini Workshop
“Saya bisa tahu bahwa untuk kenal diri sendiri ada approach yang bisa digunakan, yang sudah proven. Terima kasih atas sesi sharing yang menyenangkan dan membuka wawasan.” - Peserta Mini Workshop
Terima kasih kepada setiap peserta yang telah hadir dan mengikuti Mini Workshop “Apa yang Kamu Maksud & Apa yang Kamu Rasakan: Mengenali Batas antara Kontribusi dan Tekanan di Tempat Kerja”. Nantikan Mini Workshop Lumina selanjutnya dan terus ikuti perjalanan eksplorasi diri bersama Lumina Learning Indonesia melalui Instagram dan di LinkedIn kami!
Ditulis oleh:
Amelia Prasanti Cahyadi
Intern Lumina Learning Indonesia
