Blogs Updated on: Okt 21, 2026

Kita Tidak Bekerja Sebagai Generasi

Author Lumina Learning Indonesia Learn More

Subscribe

Perbedaan Generasi Bukan Masalah Sebenarnya di Tempat Kerja - Mini Workshop Lumina “Kita Tidak Bekerja Sebagai Generasi: Mengelola Kolaborasi Tanpa Terjebak Stereotip Usia”

Di banyak percakapan tentang dunia kerja hari ini, perbedaan generasi sering kali jadi sorotan utama. Label seperti “Gen Z”, “Millennial”, “Gen X”, ataupun “Boomer” kerap digunakan untuk menjelaskan cara seseorang berpikir, bekerja, hingga berkomunikasi. Tanpa disadari, label-label ini bisa membentuk asumsi yang terlalu cepat, seolah-olah usia menjadi penentu utama bagaimana seseorang berperilaku di tempat kerja. Tidak jarang, stereotip yang berkembang di masyarakat membuat kita merasa bahwa bekerja lintas generasi adalah sesuatu yang rumit dan penuh tantangan.

Namun, apakah benar yang membuat kolaborasi terasa sulit adalah perbedaan generasi itu sendiri? Atau justru karena kita terlalu cepat menyederhanakan seseorang hanya berdasarkan usianya? Pada kenyataannya, manusia tidak bisa disederhanakan hanya menjadi bagian dari generasi tertentu. Ada lapisan yang jauh lebih dalam yang memengaruhi cara seseorang berpikir, berperilaku, dan berinteraksi dengan orang lain, yaitu preferensi diri berdasarkan kepribadian yang unik pada setiap individu.

Mini Workshop “Kita Tidak Bekerja Sebagai Generasi: Mengelola Kolaborasi Tanpa Terjebak Stereotip Usia” yang diselenggarakan oleh Lumina Learning Indonesia pada bulan Maret 2026 ini hadir sebagai ruang refleksi sekaligus eksplorasi. Dibandingkan terjebak dalam stereotip usia, peserta diajak untuk melihat bagaimana pemahaman terhadap diri sendiri dapat menjadi kunci dalam membangun kolaborasi yang lebih sehat, adaptif, dan bermakna di tempat kerja.

 

Gambar 1. Mini Workshop Lumina Maret 2026



Mini Workshop Lumina selalu bersifat interaktif, di mana para peserta dibagi ke dalam beberapa Breakout Room. Di sana, para peserta dapat bercerita, berbagi pengalaman, berdiskusi, dan saling berbagi solusi atas masalah yang dihadapi. Seperti pada Mini Workshop kali ini, para peserta diajak untuk saling berkenalan satu sama lain serta mencari kesamaan dan perbedaan dari hal-hal yang mereka bagikan di dalam Breakout Room tersebut.

Perbedaan usia dan generasi menjadi topik utama yang dibahas dalam Mini Workshop Lumina ini. Namun topik ini dibahas bukan dari segi bagaimana kita menilai orang lain karena adanya perbedaan usia tersebut, melainkan dari segi bagaimana kesadaran diri kita bahwa ternyata ada yang lebih penting dibandingkan perbedaan usia, yang terpupuk sedikit demi sedikit.

Kesadaran tentang ada yang lebih dalam dibandingkan perbedaan usia ini Lumina perkenalkan melalui perilaku-perilaku yang mungkin saja muncul dalam diri kita sehari-harinya, yaitu Kualitas. Lumina memiliki 24 Kualitas yang mencerminkan pola perilaku yang ada dalam diri manusia. Dengan mengenal 24 Kualitas tersebut, peserta akan terbantu untuk mengenal dirinya dan juga orang lain tanpa harus berfokus pada generasi.

Gambar 2. 24 Kualitas Lumina

 

Para peserta diminta untuk memilih satu hingga dua dari 24 Kualitas yang seringkali mencerminkan diri mereka sehari-harinya, serta menceritakan alasan mereka memilih Kualitas tersebut. Memilih Kualitas diri dapat menjadi langkah awal untuk mengenal diri lebih dalam, sementara dengan mengetahui Kualitas dari orang lain menjadi langkah awal untuk membangun koneksi lebih dalam.

Dari pengetahuan tersebut, para peserta dapat saling berdiskusi dan mencari solusi bagaimana menjalin kolaborasi yang lebih efektif.

Pembelajaran ini juga dirasakan langsung oleh para peserta selama sesi berlangsung.

“Saya diberi kesempatan untuk mengingat kembali bahwa setiap individu hadir dengan preferensinya masing-masing. Memahami perbedaan itu membantu saya melihat manusia lebih dalam daripada label generasinya.”

Terhubung dengan konteks perbedaan generasi, pembelajaran dalam Mini Workshop ini menjadi bekal untuk kita lebih memahami bahwa penting untuk adanya kesadaran lebih tentang perbedaan yang benar-benar memengaruhi kolaborasi atau cara kita bekerja sama.

Dimulai dengan memahami cara kita berperilaku dan berkomunikasi, bukan sebatas perbedaan usia atau generasi. Karena pada akhirnya, Lumina percaya bahwa yang sering kali kita anggap sebagai “perbedaan generasi” mungkin sebenarnya adalah perbedaan preferensi dalam diri setiap individu.

Perspektif ini juga menjadi salah satu hal yang paling dirasakan peserta selama Mini Workshop berlangsung, terutama dalam memahami bahwa dinamika lintas generasi di tempat kerja ternyata memiliki lapisan yang lebih kompleks dibanding sekadar perbedaan usia.

“Ternyata baru tau kalau gap antar generasi se-kompleks itu, dan Lumina ngejelasinnya mudah banget dipahami buat diaplikasikan di tempat kerja.”


Gambar 3. Dokumentasi Sesi Mini Workshop

 

Melalui Mini Workshop Lumina kali ini, para peserta diajak untuk belajar bahwa ada perbedaan yang lebih dalam dibandingkan sebatas perbedaan generasi atau usia untuk membangun kolaborasi yang efektif, yakni perbedaan preferensi dalam diri.

 

Terima kasih untuk semua peserta yang sudah ikut Mini Workshop “Kita Tidak Bekerja Sebagai Generasi: Mengelola Kolaborasi Tanpa Terjebak Stereotip Usia.” Penasaran dan ingin mengikuti Mini Workshop Lumina yang lainnya? Nantikan informasi tentang Mini Workshop Lumina lainnya di media sosial kami di Instagram dan di LinkedIn. Jangan sampai ketinggalan, ya!

 


 

Ditulis oleh:

Amelia Prasanti Cahyadi
Intern Lumina Learning Indonesia

Amel

individuals-2

Curious how we can help you transform your organisation?

Get in touch to find out more

Get in touch

Similar posts

Bergabunglah dengan ribuan orang yang menerima kabar terbaru kami setiap bulan.